Gaza- Sumber-sumber kesehatan Palestina menginformasikan terus meningkatnya jumlah korban dari kalangan orang sakit menjadi 337 jiwa sejak diberlakukannya blokade semena-mena Israel terhadap Jalur Gaza.
Sumber-sumber tersebut menyebutkan bahwa seorang warga bernama Sirriyyah Sarhan dari perkampungan Az zawiyah di pusat kota Gaza, telah bergabung bersama kafilah syuhada yang menghembuskan nafas terakhir karena dihalang-halangi Zionis Israel untuk berobat di luar Gaza. Hal ini terjadi karena ditutupnya pintu-pintu perbatasan dan blokade yg diberlakukan Israel terhadap Gaza.
Ancaman serupa masih akan terus menghantui para penderita sakit kronis yang seharusnya segera dilarikan ke luar Gaza, namun pihak Israel tidak memberikan surat ijin keluar bagi mereka.
Selasa, 02 Juni 2009
Korban Blokade Gaza Terus Bertambah hingga 337 jiwa
Surat Anak Palestina (1)
Palestina Takut? No Way
Selama serangan Zionis, perasaanku adalah sebagaimana layaknya perasaan seorang remaja, seorang pemuda, seorang anak, atau seorang wanita dari anak-anak bangsa yang tengah menderita ini (Palestina— pent). Di satu sisi, dalam diriku tidak ada rasa takut, khawatir, atau cemas. Karena aku meyakini bahwa apa pun yang telah ditulis oleh Allah pasti akan terjadi. Kami adalah kaum yang mengimani Allah dengan sebenar-benar keimanan, termasuk mengimani takdir dari Allah. Karena itu, segala sesuatu yang menimpa kami, pasti terjadi. Dan setiap sesuatu yang telah ditakdirkan bagi kami, itulah yang diridhai oleh Allah.
Di sisi lain, aku juga merasa kesepian dan merana. Bahkan merasa terasing, karena harus berpisah dari semua yang kami cintai. Namun, kadang muncul juga rasa bahagia dan gembira, karena mereka telah menggapai kemenangan sebagai seorang syahid di mata Allah. Aku sendiri sudah sekian lama berharap untuk menjadi seorang syahid. Mati sebagai seorang syahid adalah cita-citaku yang paling indah.
Dalam kamus anak-anak Palestina tidak ada rasa takut. Karena kalau ada rasa takut, niscaya kalian tidak akan pernah bisa menyaksikan eksistensi kami sampai hari ini. Sekali lagi, rasa takut tidak ada dalam kamus kami, anak-anak Palestina!
Semoga Allah dan harapan bangsaku pada umumnya adalah agar Allah menghancurkan musuh ini, dan mengusirnya dari tanah airku, tanah air nenek-moyangku, dan tanah air leluhur kami. Semoga Allah juga menjadikan mereka (kaum Zionis Yahudi) bangsa yang terjajah, terusir dari tanah airnya sendiri, sebagaimana mereka telah mengusir kami dari tanah air kami.
Aku tidak mengharapkan apa pun dari dunia internasional dan dunia Islam, selain solidaritas terhadap saudara-saudara mereka yang tengah menderita. Dulu aku pernah menaruh harapan kepada pemerintahan mereka. Namun tak ada kepedulian apa pun dari mereka, karena pemerintahan mereka sendiri adalah zalim. Mana mungkin berharap cahaya muncul dari malam yang gelap gulita.
Untuk masa depan, sebenarnya aku memiliki banyak obsesi. Pertama agar banjir darah ini segera berhenti. Kedua adalah aku bisa shalat dua rakaat di kampung Yafa, sebuah tempat di mana aku diusir darinya. Ketiga, agar bumi yang dirampas oleh Yahudi segera kembali ke pangkuan kami dalam keadaan suci serta bersih dari kotoran Yahudi. Keempat, aku bisa shalat di Masjid al Aqsa. Kelima, aku berharap bisa bertemu dengan orang-orang yang kucintai. Keenam, aku bisa mengqadha segala yang tertinggal. Ketujuh, semoga para tawanan bisa segera kembali.
Sekarang, setelah serangan Yahudi berhenti, perasaanku campur aduk. Aku merasakan aura kemenangan yang telah ditunggu-tunggu; aku merasakan kehancuran yang telah merenggut jiwa 1.600 syuhada, 5.000 orang terluka, dan berpuluh-puluh orang yang dikeluarkan dari reruntuhan dan puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Yahudi; aku merasakan keindahan dari pemandangan bagian-bagian tubuh yang tercerai-berai dan menganga; dan aku juga merasakan kejahatan kaum Yahudi. Kejahatan itu telah menumbuhkan rasa dendam untuk mengembalikan senyuman indah dari anak-anak negeriku.
Muhammad Al-Amin Emad Umayyah Al-Haririy (16 tahun)
Sabtu, 15 November 2008
Atas Nama Kemanusiaan
Atas nama kemanusiaan
Atas nama nurani...
Kami membela saudara kami di Palestina
Yang terjadi sesungguhnya bukan sekedar konflik agama
Bukan pula perebutan kekuasaan
Yang terjadi merupakan pembantaian
Terhadap ratusan jiwa tak berdosa
Yang terjadi adalah perampasan,
penjarahan, penindasan,
Al Quds 2
Kesanalah kita ditekankan untuk berziarah, dan kota itu terlindungi dari fitnah Dajjal. Disana dosa-dosa dihapus dan pahala dilipatgandakan. Dan disana terdapat Masjidil Aqsha syaqiq (saudara kandung) Masjidil Haram, yang telah dibangun oleh tangan para nabi 40 tahun setelah dibangunnya Masjidil Haram.
Disana terdapat dinding Al-Buraq, jejak kaki Rasulullah menuju Sidratul Muntaha. Dan juga terdapat kubah Al- Shakrah yang terbentengi oleh pagar-pagar yang terbuat dari tanah liat, generasi-generasi yang selalu menjaganya, dan agama-agama samawi yang selalu mengingat keutamaannya. Sesunguhnya dia adalah desah-desah siang malam, musim panas dan dingin yang silih berganti di muka bumi. Dia adalah kota dimana sejarah dunia melukis dan menulis hikayat-hikayat peperangan yang tak kunjung usai. Dialah satu-satunya ibu kota yang memberi berkah bagi orang yang mencintainya dan melaknat orang yang mengkhianatinya.
AWAL KEMAKSIATAN DAN MAKAR BURUK BANI ISRAIL
Berawal dari kisah Nabiyullah Yusuf alaihissalam . Ia adalah nabi yang mulia putera dari nabi-nabi yang mulia…..
Sungguh Yusuf telah melihat didalam mimpinya sebelas bintang, matahari dan bulan tertunduk bersujud kepadanya lalu ia bercerita kepada ayahnya Ya’kub ( Israil). Maka bergenbiralah Ya’kub setelah mendengar kisah itu, lalu ia mengatakan bahwa anaknya akan memiliki kedudukan yang mulia. Namun ia memperingatkan Yusuf agar tidak menceritakan kepada saudara-saudaranya dengan maksud agar mereka tidak mencelakakan dirinya.
Akan tetapi ternyata saudara-saudara Yusuf mulai memperlihatkan rasa iri dan konspirasi karena merasa Ya’kub lebih menyayangi Yusuf dibanding mereka.
Allah berfirman:
“ Sungguh ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada ( kisah ) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya”.
“(Yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya ( Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini)adalah salah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.”
“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah ( yang tidak di kenal)supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.”
“Seseorang diantara mereka berkata: “janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah ia kedasar sumur, supaya ia dipungut oleh bebeorang musafi, jika kamu hendak berbuat.”
“Mereka berkata: “Wahai ayah kami. Apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami, terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.”
“Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.” (QS. Yusuf:7-12)
Tipu muslihat ini semua dilakukan dengan tujuan menghabisi saudaranya ( Yusuf ) alaihisalam tanpa dosa yang diperbuatnya, hanya karena ayahnya lebih mencintai Yusuf. Sebagai seorang nabi, Yakub tentu mengetahui bahwa bahwa yusuf kelak akan menjadi seorang nabi, sempurnalah sudah keinginan saudara-saudara Yusuf untuk menjauhkan Yusuf dari hadapan ayahnya, namun atas kehendak dan kudratnya Allah SWT hingga Yusuf diselamatkan-Nya dengan perantara beberapa musafir pedagang Mesir, setelah mereka mendapati yusuf tersangkut di ember yang besar yang terjuntai di sebuah sumur, Allahlah yang menjaga setiap perkara yang terjadi.
Firman Allah:
“Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkan kedasar sumur (lalu mereka masukkan dia) dan 9diwaktu dia sudah ada didalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf. “Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini sedang mereka tidak ingat lagi.” ( Yusuf:15)
Yusuf berkembang dewasa didalam rumah Aziz di Mesir, segala ujian dan cobaan yang menimpanya adalah untuk mendidiknya untuk senantiasa bersabar dan tahan banting hingga Allah menjadikannya bendaharawan dalam perekonomian Mesir. Setelah ia sukses dalam menghadapi krisis pangan dan paceklik di Mesir, hingga semua orang yang datang ke Mesir ia sambut dengan tangan terbuka.
“Dan ia ( Yusuf) berkata: ”Masuklah kalian ke negri Mesir dengan izin Allah kalian akan aman “)
Maha suci Allah yang telah menjadikan Yusuf seorang muslim dan ia berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan beriman.
Firman Allah:
“ Ya Tuhanku,sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. ( Ya Tuhan ) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku didunia dan diakherat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang shaleh.” (QS. Yusuf:101).
Infakkan Dana Terbaik untuk Palestina
Teman....
Seringkali kita mengeluh
Menyesalkan tugas-tugas kuliah yang begitu banyak
Menyesalkan kerja-kerja kelompok yang melelahkan
Menyesalkan kuliah-kuliah yang begitu membosankan
Menyesalkan nilai-nilai ujian yang tidak memuaskan
Meski semua itu karena kemalasan kita
yang terlalu sering mengabaikan dan menunda-nunda pekerjaan
Namun mereka tidak mengeluh
Ketika harus repot-repot mengumpulkan batu
Ketika harus berlari di tengah terik matahari
Ketika harus berhadapan dengan tank-tank yang siap melindas mangsa
Ketika harus melihat darah di setiap langkah
Ketika harus menyaksikan orang-orang yang dikasihi, diusir dan disiksa
bahkan ketika mereka harus menahan pedihnya timah panas yang menembus tubuh
Meski semua itu, bukan salah mereka.
Semua itu hanya karena ingin mereka ingin hidup diakui sebagai manusia
hanya karena mereka ingin mempertahankan negerinya
hanya karena mereka ingin menjaga masjid tempat mereka beribadah menyembah Tuhannya.
Teman,,,
seringkali kita menjadi orang yang paling sibuk
Punya amanah di mana-mana, apalagi jabatan ketua
Waktu habis untuk rapat dan mengadakan acara
Seringkali kita juga banyak berkorban
Waktu, tenaga, fikiran bahkjan uang jatah bulanan habis kita korbankan untuk menutup
kekurangan dana.
Tapi sadarkah kita, bahwa ada yang lebih sibuk dari kita?
Saudara kita di negeri sana, jauh lebih sibuk dari kita
Kalau kesibukan kita sekedar rapat dan mengadakan acara
Mereka sibuk menyelamatkan nyawa!
Kalau pengorbanan terbesar kita adalah harta, mereka telah berkorban jiwa dan raga!
Maka teman, sesibuk apapun kita, selelah apapun tubuh kita, jangan lupa doakan dan bantu mereka.
SIAPKAN INFAK TERBAIK ANDA!
Konferensi Kemanusiaan Internasional Untuk Palestina Digelar Di Jakarta
Jakarta, Konferensi Kemanusiaan Internasional untuk membantu Palestina digelar di Jakarta. Konferensi yang dihadiri sekitar 300 LSM dari 26 negara itu bertujuan untuk mendiskusikan cara dan ide guna mendukung rakyat Palestina dalam rangka membangun kapasitas bertahan mereka.
Konferensi itu digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, mulai Jumat-Minggu, 31 Oktober-2 November 2008. Acara dibuka oleh Menlu Hasan Wirajuda karena Presiden SBY tidak bisa hadir.
Dalam sambutannya, Hasan mengatakan, Indonesia selalu konsisten mengutuk pendudukan Palestina oleh Israel. Indonesia meyakini kemerdekaan adalah hak tak terbantahkan bagi semua bangsa.
"Kita kosisten tidak mengakui negara Israel hingga rakyat Palestina bisa menempati tanah mereka," ujar Hasan saat memberi sambutan, Jumat (31/10/2008).
Hasan juga menekankan pentingnya dialog dan diplomasi dalam upaya mencapai penyelesaian konflik Palestina-Israel. Tanpa itu, peluang meningkatnya jumlah korban hanya akan makin tinggi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Pengarah Konferensi yang juga anggota Komisi III DPR dari FPKS, Suripto, mengatakan, Indonesia akan bergabung dengan masyarakat internasional untuk memberikan berbagai bantuan kemanusiaan kepada rakyat palestina dan menolak penjajahan Israel.
Partisipasi itu, kata Suripto, juga merupakan realisasi komitmen Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan keadilan dunia sebagaimana tertuang dalam Mukadimah UUD 45. Hal itu semakin relevan mengingat Indonesia juga pernah memiliki pengalaman pahit menjadi negeri jajahan.
Yew.
"India memberi bantuan pangan ke Indonesia di masa perjuangan dulu. Lalu pemerintah Mesir tercatat sebagai negara pertama yang memberi pengakuan internasional atas kemerdekaan RI di tahun 1945. Semua itu tidak lepas dari kepedulian masyarakat dunia terhadap nasib rakyat Indonesia," ujar Suripto.
Menurutnya pria yang menjadi Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) ini, LSM kemanusiaan atau organisasi hak asasi manusia bisa memainkan peran signifikan dalam mempercepat capacity building untuk rakyat Palestina. Karenanya, konferensi ini juga bertujuan untuk membentuk sebuah lembaga yang nantinya akan menaungi berbagai LSM internasional untuk membantu rakyat Palestina. Pembentukan lembaga payung ini nantinya akan termaktub dalam Deklarasi Jakarta.
Dalam pembukaan konferensi ini, turut memberi sambutan Mufti Palestina Dr Ikrimah Sabri. Adapun tokoh-toloh internasional yang dijadwalkan akan hadir antara lain mantan Presiden AS Jimmy Carter, mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad, mantan PM Australia Paul Keating, dan mantan PM Singapura Lee Kwan